St. Loco, Ubah Nama Hingga Vokalis Anyar

Lama tidak berkarya, band hiprock yang satu ini kembali menelurkan lagu terbaru berjudul Nakal, pada 16 Januari lalu. Disaat yang sama, grup ini juga bertransformasi.

Terbentuk 2002 silam, awalnya band ini bernama Saint Loco. Namun tahun ini, mengubah nama menjadi St. Loco. Tak hanya itu, band asal Jakarta ini turut memperkenalkan Dimas, vokalis baru pengganti Johan Tirta atau akrab disapa Joe.

Sesuai karakter musik asli, band ini tetap menyuguhkan musik hiprock sebagai jualan mereka dalam single terbaru tersebut. Selain Nakal, St. Loco, memiliki target rilis 2 atau 3 single, hingga album tahun ini, dengan vokalis anyar.

Pasca pengunduran Joe, lalu diisi Dimas, band ini berformasi Berry Manoch (rapper), Nyonk Webster Manuhutu (drum), Gilbert Joshua (bass), Iwan Hoediarto (gitar), dan Timotius Firman (DJ). Mereka tampil dengan kreasi tak pudar, yakni semangat musik upbeat eksplosif ala hiprock.

Kehadiran Joe dan perubahan nama serta logo band, tak menyurutkan band ini menghasilkan karya musik berkualitas.

Dihubungi terpisah, Rahayu Kertawiguna, CEO Nagaswara Publishing, label yang menaungi band ini mengungkapkan, dirinya mengapresiasi St. Loco yang bertahan dengan jalur genre hiprock.

“Genre musik sangat langka, khususnya pasar Tanah Air. Ini membuat keyakinan saya bertambah (terhadap peluang),” kata Rahayu, dihubungi Sabtu (19/1).

Dalam pandangan Rahayu, kebanyakan band setelah ganti vokalis berujung pudar. Namun, Rahayu, malah melihat lain atau sebaliknya. Ia merasa, band tersebut punya vokalis baru yang jauh berada di atas vokalis lama.

“Dengan kehadiran Dimas, tentu saja membuat band ini lebih kekinian walaupun tetap dengan style musik yang sama. Treatment saya dengan hiprock yang kekinian agar tak lekang oleh waktu. Dimana saja, kapan saja, selalu itu St.Loco,” ungkapnya.

Di kesempatan terpisah, saat jumpa pers berlangsung di Jakarta (16/1), Dimas, mengaku senang bisa bergabung dengan band ini. “Pokoknya seru. Di sini, saya seperti kembali semangat ketika awal nge-band,” ucap Dimas.

Sejatinya, lirik lagu Nakal mengandung pesan jujur dan positif. Lagu ini menceritakan sebuah karakteristik sifat nakal keras kepala, cerdik, liar, kreatif, dan tak kenal lelah, meski kerap dikonotasikan dengan hal-hal buruk.

Rahayu berharap, band langka ini akan tetap eksis di belantika industri musik ini. “Peluang genre hiprock tetap terbuka dan digemari. Terlebih, 2019 adalah tahun perubahan. Tepatnya, dimana panggung politik sedang mengalami pesta demokrasi. Artinya, ada sesuatu yang ditampilkan lewat St.Loco lewat industri musik nasional ini,” paparnya.

Sebagai pelengkap Nakal, band ini menyuguhkan video klip. Klip ini disutradarai Surya Adi Susianto, dengan konsep out of the box, dengan latar rumah sakit tua di tepi Jakarta.

Sumber : https://nalar.id/st-loco-ubah-nama-hingga-vokalis-anyar/

Share:

Leave a Reply